Dollar menanti anda..GRATIS..!!!

Senin, 14 April 2014

Kisah Lama Yang Muncul Kembali

kembali ke Bali setelah sekian lama aku pergi. berjalan mengintari indahnya pantai kuta bersama senja. hembusan angin pantai seperti mengantarkan sejuta kenangan yang telah ku pendam dalam. aku menghampiri Larissa yang sedang duduk di samping penjual minuman bersama beberapa temannya.
"segitu kangennya sama Bali ya? lama sekali kau berjalan mengitari pantai ini" dengan melemparkan sekaleng beer, Larissa mempersilahkan aku duduk di sampingnya.
"untuk kurun waktu 3 tahun meninggalkan tempat ini, yaa dapat dikatakan sebenarnya aku sudah terserang homesick yang amat parah. haha" sambil meneguk beer yang Larissa berikan, aku terdiam mendengarkan suara ombak dan bisingnya orang-orang di sekelilingku. tanpa aku menyadari akan suatu hal yang ganjal disini.
"Carlin!" teriakan Larissa menyadarkanku dari lamunan.
"for God’s sake Larissa! what’s up?! kau sangat mengagetkanku!"
"hehehe calm down girl! ada seseorang yang ingin bicara denganmu" dengan bahasa tubuh yang menunjuk kearah belakang, larissa menggeserkan posisi duduknya dan kini aku mulai tersadar.
"Ren?" sapaku ragu. mata kita saling beradu penuh tanya. tak ada jawaban darinya, hanya senyum manis penuh makna. sampai tiba-tiba aku merasakan perih di dada.
"Ren Prayoga?" kembali aku bertanya.
"hey Carlina Putri" jawabnya. detak jantungku mulai tak beraturan saat mendengar dia kembali mengucapkan namaku, nama lengkapku. Ren Prayoga adalah adik kelasku semasa SMA. tapi dia lebih dari sekedar adik kelas bagiku.
"3 tahun tak bertemu, kau tak ada bedanya. masih dengan behel yang menempel di gigimu. haha" candaku.
"3 tahun tak bertemu, sudah seperti berbicara dengan turis. logatnya sudah tak asli indonesia. susah..haha"
aku tertawa lega. aku pikir dia masih tak peduli denganku dan masih ingin menutup diri dariku. kejadian 3 tahun lalu, aku dan Ren..tentang perlakuanku padanya yang menyakiti hatinya telah membuat Ren kecewa dan marah padaku. bahkan saat aku akan berangkat ke jerman, ia tak mengucapkan sepatah katapun untukku. dan selama itu pula aku dan dia hanya saling berdiam diri satu sama lain. hanya dapat memendam puji dan caci maki di dalam hati. 
sekarang, hari ini, aku dan dia saling bertukar cerita, hayalan, canda tawa serta senyuman. kini ku mulai merasakan kerinduan yang mendalam. dia kembali hanya untuk membuka kenangan tentang “kita” yang dulu pernah tercipta. melegakan hati yang selama 3 tahun meradang jika ingat tentangnya..tentang “kita” kali ini, senyumnya, bulan dan semilir angin dengan perpaduan suara ombak di pantai kuta menjadikan malam terakhirku di Bali terasa sangat berarti lebih. cerita tentang Ren Prayoga muncul kembali…

PUTIUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar