Dollar menanti anda..GRATIS..!!!

Senin, 14 April 2014

Obrolan Tengah Malam


sudah larut malam carlist..kenapa kau tak segera beristirahat ?" suara hillary terdengar samar samar dari telepon .mungkin karena hujan di luar sana yang menyebabkan sinyal sedikit tersendat
"aku tak bisa tidur hil..apa kau terganggu karena aku menelponmu selarut ini ?" carlist melihat jam dinding yang terpasang di sudut kamar .menunjukan pukul 01:02 dini hari "ya sudahlah hil, kau sebaiknya tidur .sudah sangat larut untuk berpincang denganmu melalui telpon"
"tidaaakk! aku sama sekali tidak merasa terganggu..hanya saja aku mengkhawatirkanmu car" helaian nafas hillary terdengar dari balik telpone "aku sangat khawatir dengan keadaanmu yang sering tidur terlalu larut, makan tak teratur, jadwal kegiatanmu yang padat..sama sekali tak imbang dengan istirahatmu car" suaranya meninggi
"tenang saja..porsi makanku masih melebihi porsi tukang angkut barang berat kok haha" gurauan carlist sama sekali tak membuat hillary tertawa .
"kau ini kenapa ? sungguh, aku mengkhawatirkanmu! apa yang sedang kau pikirkan sih ?" kini suara hillary terdengar serius
carlist hanya mendesah resah..”aku masih memikirkan lio..sudah lama aku menghindarinya .bahkan hampir setaun aku sama sekali tak pernah berbicara dengannya .apalagi bertemu” suaranya bergetar lembut menahan tangis
"aku tau perasaanmu..tapi ya sudahlah..toh dia hanya sekedar melihatmu tanpa berbicara sepatah katapun"
"justru itu yang membuat hatiku getir! kenapa dia bersikap seolah olah sama sekali tak mengenaliku ?" air mata carlist jatuh seakan tak dapat ia tahan lagi .ia berusaha untuk tidak terisak karena ia sama sekali tak ingin membuat hillary khawatir berlebih terhadapnya "makluk itu muncul lagi entah dari dunia mana selama ini ia pergi dan sekarang tanpa ada rasa bersalah atau apapun itu dia kembali..jelas jelas dia melihatku namun tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya ?" suara carlist terdengar emosi
"tenang carlist..tenang.." hillary sendiri bingung harus berbicara apa "aku..emm..aku yakin ada alasan dibalik itu .mungkin ia merasa tak enak ingin menyapamu setelah sekian lama ia berusaha menghindarimu karena wanita itu"
carlist menatap kekosongan langit langit kamarnya .berharap ada bintang jatuh dan ia dapat meluncurkan semua permintaan yang dengan sekejap dapat terkabulkan seperti di film film kartun kebanyakan..sungguh melankolis
"aku nggak tau harus nunggu sampai kapan..aku nggak bisa nahan sakit ini buat berjuta juta taun lagi..aku nggak bisa terus terusan sakit kalo aku inget sama dia .nggak cuma lio..ren juga!" carlist menghela nafas "hanya mengingatnya saja sakit apa lagi kalau sampai bertemu dengannya .aku nggak bisa terus terusan kayak gini"
"sudah jelas hatimu itu ingin berlabuh ke lio tetapi kau memaksakan untuk memilih ren .dan saat itu juga ren menyadari bahwa hatimu tak sepenuhnya mencintai ren .jangan menyalahkan jika ren melepasmu" hillary mengingat kejadian lalu yang pernah carlist, ren, dan lio alami "dan untuk lio..kalian tau yang terbaik .lio telah memilih..hatinya telah dipilih pula .jangan memaksakan kehendak .kau tau, dia tau dan hati kalian pun tau jika kalian memang memilih jalan yang terbaik .lio melepasmu karena ia tau kalau kalian memang tidak bisa"
hati ini sakit..bahkan hanya untuk mendengar namanya saja aku tak mampu, bisik carlist dalam hati .namun ucapan hillary membuatnya sadar bahwa carlist, ren, dan lio memang memilih yang terbaik..tidak bersama satu diantara mereka memang yang mungkin menjadi yang terbaik untuk carlist..entah sampai kapan

PUTIUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar